MIMBARPUBLIK.COM, Jakarta - Produsen mobil China Geely akan terus bekerja pada kendaraan bertenaga metanol meskipun upaya tersebut mungkin gagal, ketua Li Shufu mengatakan pada hari Minggu (13/6/2021).
Geely yang berbasis di Zhejiang, di antara sejumlah kecil produsen mobil yang mengembangkan kendaraan bertenaga metanol, sedang menguji taksi metanol di beberapa kota di China barat serta mengembangkan truk bertenaga metanol di unit kendaraan komersialnya. Dilansir dari Reuters, Senin, 14/6/2021.
Li mengatakan, Geely yang memiliki Volvo Cars dan 9,7 persen saham di Daimler AG, berinvestasi di Carbon Recycling International, sebuah perusahaan Islandia, mengerjakan teknologi untuk memproduksi metanol dengan karbon dioksida, dengan cara menurunkan emisi karbon secara keseluruhan.