MIMBARPUBLIK.COM, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengapresiasi rencana pemerintah untuk memasukkan seluruh insan kreatif, termasuk insan perfilman Indonesia, dalam jadwal prioritas mendapatkan vaksin.
Langkah itu, menurut Ketua Umum PPFI, Deddy Mizwar, jauh lebih realistis untuk memulihkan ekonomi masyarakat kreatif dibanding memberi subsidi pada peredaran film untuk kalangan produser film dan bioskop.
Di masa pandemi ini masyarakat bukan tak mau menonton film ke bioskop, tetapi masyarakat memang sudah lebih setahun diimbau pemerintah untuk membatasi mobilitas. Diminta berdiam di rumah, dan mengurangi bepergian jika tidak begitu penting. "Jadi, bagaimana pun tingginya tingkat keamanan bioskop serta kualitas filmnya yang luar biasa, namun selama pandemi mengancam, mustahil masyarakat mau mengorbankan kesehatan dan jiwanya," kata Deddy dalam keterangan pers, Kamis 26/3/2021.