Tag: Kepala Desa Perayun
Berita Popular
Ribuan Foto Hot Selir Raja Thailand Bocor
MIMBARPUBLIK.COM, Bangkok- Jangan menyimpan foto hot di hape, karena mudah diretas siapapun. Kali ini sebanyak 1.450 foto milik Sineenat Wongvajirpakdi, selir resmi Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Rama X), bocor ke wartawan. Sebagian besar adalah foto selfie (swafoto) yang eksplisit secara seksual, yang mungkin telah dikirimkan ke raja.
Jurnalis Andrew MacGregor Marshall, yang berspesialisasi dalam politik Thailand, mengatakan bahwa pada Agustus 2020 ia menerima kartu SD yang berisi 1.450 foto dari tiga iPhone yang sebelumnya dimiliki Sineenat. Menurut Marshall, sebagian besar konten foto itu merupakan gambar intim.
Euro Weekly News pada Rabu (25/11/2020) melaporkan Marshall telah menjelaskan di Twitter bahwa foto-foto itu diterima tak lama setelah Sineenat dibebaskan dari penjara wanita Bangkok, di mana dia menghabiskan sembilan bulan, gelarnya dipulihkan dan dia pergi untuk bergabung dengan Raja Rama X di Jerman.
Polres Tanah Karo Tangkap Seorang Pelaku Penyalah Guna Narkoba
Bisnis Prostitusi Menjamur di Kota Palangkaraya
Polres Tanah Karo Grebek Tempat Perjudian Dadu Kopiok di Simpang Jandi Meriah Karo
Judi Togel Beroperasi Mulus dan Lancar Sampai ke Desa-Desa di Tanah Karo
Pilihan Editor
Satbrimob Polda Kepri Beri Kejutan di HUT Korps Marinir ke-76
Presiden Jokowi Sampaikan Pesan Natal
MIMBARPUBLIK.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat Hari Natal 2020 kepada umat Kristiani Indonesia melalui akun Twitter, Jumat (25/12/2020).
Hari Natal tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Menurut Jokowi, pandemi telah memberi banyak pelajaran baru.
"Hari Natal tahun ini tidak seperti tahun-tahun lalu ketika keceriaan dan keriaan akhir tahun menyelimuti kehidupan negeri kita. Pandemi telah mengubah banyak hal dan memberi banyak pelajaran," kata Jokowi dikutip dari akun Twitter @jokowi.
Pemerintah Swiss Rekomendasikan Pemilih untuk Menolak Usul Larangan Penggunaan Cadar
MIMBARPUBLIK.COM, Zurich - Pemerintah Swiss merekomendasikan para pemilih agar pada referendum 7 Maret mendatang menolak usul larangan penutup wajah seperti burkak dan cadar, yang dikenakan oleh sebagian perempuan Muslim.
"Sangat sedikit orang di Swiss yang memakai penutup wajah penuh," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, Selasa.
Pemerintah memandang langkah tersebut akan merugikan sektor pariwisata Swiss, karena kebanyakan perempuan yang memakai penutup wajah penuh adalah turis dan hanya menghabiskan waktu singkat di negara itu.










