Berita Popular
Ribuan Foto Hot Selir Raja Thailand Bocor
MIMBARPUBLIK.COM, Bangkok- Jangan menyimpan foto hot di hape, karena mudah diretas siapapun. Kali ini sebanyak 1.450 foto milik Sineenat Wongvajirpakdi, selir resmi Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Rama X), bocor ke wartawan. Sebagian besar adalah foto selfie (swafoto) yang eksplisit secara seksual, yang mungkin telah dikirimkan ke raja.
Jurnalis Andrew MacGregor Marshall, yang berspesialisasi dalam politik Thailand, mengatakan bahwa pada Agustus 2020 ia menerima kartu SD yang berisi 1.450 foto dari tiga iPhone yang sebelumnya dimiliki Sineenat. Menurut Marshall, sebagian besar konten foto itu merupakan gambar intim.
Euro Weekly News pada Rabu (25/11/2020) melaporkan Marshall telah menjelaskan di Twitter bahwa foto-foto itu diterima tak lama setelah Sineenat dibebaskan dari penjara wanita Bangkok, di mana dia menghabiskan sembilan bulan, gelarnya dipulihkan dan dia pergi untuk bergabung dengan Raja Rama X di Jerman.
Polres Tanah Karo Tangkap Seorang Pelaku Penyalah Guna Narkoba
Bisnis Prostitusi Menjamur di Kota Palangkaraya
Polres Tanah Karo Grebek Tempat Perjudian Dadu Kopiok di Simpang Jandi Meriah Karo
Judi Togel Beroperasi Mulus dan Lancar Sampai ke Desa-Desa di Tanah Karo
Pilihan Editor
Ketua PWI Apresiasi Pengungkapan Pembunuhan Wartawan oleh Polisi
Prancis Targetkan Vaksin Covid-19 Sebanyak 2.4 juta Orang Hingga Februari
MIMBARPUBLIK.COM, Paris - Prancis sedang mencapai target vaksinasi COVID-19 pada satu juta orang per akhir Januari, dan mempunyai dosis yang cukup untuk meningkatkannya menjadi 2,4 juta orang per akhir Februari, kata Menteri Kesehatan Olivier Veran, Senin 18/1/2021
Dalam suatu kunjungan ke pusat vaksinasi di Kota Grenoble, Veran menyampaikan bahwa Prancis saat ini telah membangun sekitar 800 pusat vaksinasi.
"Dengan peningkatan kampanye vaksinasi di panti-panti wreda, kami akan dengan yakin dapat mencapai target satu juta warga Prancis telah divaksin pada akhir bulan ini," kata Veran.
Pengukuhan Sementara LAMR Kabupaten Bengkalis, dihadiri Langsung oleh Bupati Kasmarni
Dokter dan Perawat di Jepang Tidak Punya Waktu Menjadi Tenaga Sukarela di Olimpiade Tokyo
MIMBARPUBLIK.COM, Jakarta - Dokter dan perawat Jepang yang memerangi virus corona tidak akan punya waktu untuk menjadi sukarelawan membantu Olimpiade, kata asosiasi medis, sehingga bakal memunculkan masalah berikutnya bagi panitia dalam menyelenggarakan Olimpiade yang sudah tertunda itu.
Direktur Asosiasi Medis Tokyo, yang mewakili 20.000 dokter dari puluhan kelompok medis yang lebih kecil, mengatakan para dokter dan perawat berada di bawah tekanan yang terlalu berat untuk menangani gelombang ketiga pandemi bahkan untuk mempertimbangkan mendaftar ke Olimpiade.
"Tidak peduli bagaimana saya melihatnya, itu tidak mungkin," kata Satoru Arai, yang asosiasinya diminta oleh Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo dan Pemerintah Metropolitan Tokyo Maret lalu untuk mendapatkan lebih dari 3.500 staf medis untuk ajang tersebut.










