Rusia Alihkan Likuiditas Mata Uang Negara dari Dolar AS ke Euro

12
Ilustrasi Dolar AS dan Euro | Foto: Ist
Ilustrasi Dolar AS dan Euro | Foto: Ist

MIMBARPUBLIK.COM, Jakarta – Rusia berencana untuk mengalihkan likuiditas mata uang negara dari dolar AS ke euro, kata Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan pada Senin.

“Tujuan nomor satu kami adalah mengubah Rusia menjadi negara yang berorientasi euro, sehingga menggantikan dolar dengan euro,” kata Dmitry Timofeev, kepala departemen pengendalian tindakan pembatasan eksternal di Kementerian Keuangan Rusia, dikutip dari Russia Today, 8 Juni 2021.

Timofeev mangatakan Rusia memiliki banyak alasan untuk langkah tersebut, menambahkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan berbagai insentif bagi bisnis untuk beralih ke mata uang tunggal Eropa.

“Karena kita adalah ekonomi pasar, kita tidak bisa hanya memerintahkan: berhenti menggunakan dolar,” kata Timofeev, meskipun dia menambahkan bahwa beberapa perusahaan milik negara mungkin terpaksa bergeser dari menggunakan dolar AS.

“Kita perlu mengembangkan alat yang diperlukan dalam satu paket untuk menggerakkan seluruh ekonomi lebih jauh dari dolar, yang pada kenyataannya, akan memungkinkan kita untuk menghindari sanksi dan membuat dunia lebih demokratis,” katanya.

Berbicara pada forum ekonomi Saint Petersburg Jumat kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat menggunakan dolar sebagai alat perang ekonomi dan politik, Reuters melaporkan.

Putin juga mengatakan Rusia mungkin mempertimbangkan untuk menyelesaikan transaksi minyak dan gas dalam mata uang nasional lainnya dan euro.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, Rusia mengatakan akan membuang semua aset dolar AS di National Wealth Fund (NWF) dan meningkatkan kepemilikan dalam euro, yuan Cina, dan emas dalam apa yang menurut para analis adalah langkah politik menjelang pertemuan Putin dengan Joe Biden pada akhir Junli.

Rusia telah secara bertahap mengurangi kepemilikan dolarnya sejak sanksi Barat atas tanggapan pencaplokan Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, dan telah berusaha untuk memisahkan sebagian dari sistem keuangan Barat.

“Seperti bank sentral, kami telah memutuskan untuk mengurangi investasi NWF dalam aset dolar,” kata Menteri Keuangan Anton Siluanov di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg.

Setelah perubahan, yang akan diselesaikan dalam waktu satu bulan, dana tersebut akan menyimpan 40% asetnya dalam euro, 30% dalam yuan, dan 20% dalam emas. Yen Jepang dan poundsterling Inggris masing-masing akan menyumbang 5%, kata Siluanov.

Bagian dolar akan turun dari 35%, sedangkan bagian poundsterling akan dibagi dua. Emas akan ditambahkan ke NWF untuk pertama kalinya.

Pengumuman peralihan dari dolar AS ke euro muncul beberapa hari setelah Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan bahwa National Wealth Fund (NWF) akan mengurangi bagian dolarnya menjadi nol dalam bulan depan.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak memperingatkan bahwa Rusia mungkin segera tergoda untuk menjauh dari kontrak minyak mentah berdenominasi dolar AS jika pemerintah AS terus menumpuk sanksi ekonomi yang ditargetkan.

Sumber: tempo.co

Pemerintah Provinsi Kepri Connexer Pemerintah Kota Tanjung Pinang DPRD Batam DPRD Lingga Clorismen Indonesia